Keempat

hum, menggerutu apalagi yah?

menggerutu soal negatif saya saja deh sesuai dengan tujuan blog ini.


NEGATIFISME

negatif-is-me

Adalah sebuah paham kelemahan diri yang terus-menerus dipikirkan, diresapi dalam diri dan diulang ulang untuk disampaikan kepada orang lain. ngomong-omong, negatifsme ini cuman karangan saya saja.

negatifisme yang saya miliki antara lain :  kemalasan, menunda-nunda, pesimisme, tidak percaya diri, kurang semangat. 

mari kita bahas negatifisme diatas tadi satu persatu.

kemalasan

Malas. dalam suatu konsep biblikal rasa malas merupakan bagian dari tujuh dosa pokok (Seven Deadly Sins). Malas atau Sloth memang sumber keburukan. Malas ibadah, malas belajar, malas bergerak (mager) atau malas untuk hal lainnya. memang untuk menjadi tekun dan rajin itu berat dibanding tidak melakukan apa-apa. Kemalasan juga yang membedakan antara orang sukses atau berhasil meraih target dibanding kan orang yang hanya menunggu bantuan. 

bagi saya malas memang sumber utama negatifsime. yang akhirnya melahirkan menunda-nunda. teman saya pun pernah mengatakan bahwa perbedaan orang berhasil dengan orang kebanyakan ialah si pemenang itu lebih memiliki tekad dan tidak malas.  sudah malas, tidak memiliki tekad ditambah mager, tidak heran saya masih jadi pengangguran hingga saat ini dan kenapa saya pernah menjadi mahasiswa abadi dan gagal kuliah.

Menunda-nunda

Mager atau Malas Gerak adalah nama lain dari menunda-nunda. "nanti ah, besok aja, cuman sedikit ini" atau kalimat kalimat lain yang mengindikasikan penundaan. menurut saya, inilah faktor utama Negatifsime. dari jaman saya masih SMA hingga Kuliah menjadi mahasiswa abadi menunda-nunda adalah faktor ketertinggalan saya. 

saya dulu sering menunda-nunda untuk menyelesaikan skripsi karena merasa mampu menyelesaikan dalam waktu sekejap atau sistem kebut semalam, nyatanya tidak. saya dikasih proyek oleh teman saya tapi saya sering me'nanti' saja kan, sehingga proyek dari teman saya tak kunjung selesai. ya, sering me''nanti saja' kan itu yang pada akhirnya waktu terlewat begitu saja. padahal waktu itu tidak akan kembali. tidak heran jikalau Tuhan Allah menyampaikan betapa meruginya manusia akan waktu sehingga dibuatlah surah tersendiri mengenai kerugian waktu dalam surah Al Asr.

hingga kini saya masih sering menunda-nunda atau nanti-nanti, sehingga mengerjakan sesuatu di saat waktu yang sempit atau mengerjakan di akhir waktu.

Pesimisme

Pesimisme yang berasal dari kata pesimis, yang mana merupakan sikap yang muncul sebagai pikiran negatif akan hal-hal yang tidak diinginkan hasilnya. ah, simpelnya berpikiran kan hasil yang buruk atau tidak diinginkan. 

entah kenapa seringkali mental pesimis saya sering muncul. mental pesimis ini yang meredupkan api semangat, membenamkan jiwa hidup, menutup masa depan.

menurut pembenaran saya sendiri dari sudut pandang Negatifisme, pesimisme muncul karena apa yang diinginkan, diharapakan bahkan telah direncanakan tidak sesuai ekspetasi bahkan melenceng jauh dari ekspetasi. kenyataan tidak sesuai dengan angan atau keinginan. yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan teori dan aturan. 

pesimisme pun bisa muncul dari ekspetasi yang rendah terhadap hal-hal apapun. melihat sesuatu menjadi sia-sia di akhir. 

menghargai proses? pada umumnya yang dilihat adalah hasil.

apakah pesimisme sama dengan skeptis? saya tidak tahu pasti dan menurut saya sama-sama memiliki unsur negatif.

Tidak Percaya Diri

Tidak pede, begitulah generasi jaman itu menyebutnya. Tidak percaya diri saya mungkin tumbuh seiring dengan pesimisme yang saya lakukan. Bagi saya ketidak percaya dirian sebagai tameng untuk mengingatkan agar tidak terlalu Sok bisa. Saya masih takut ketika dipercayakan suatu hal tapi hasilnya saya tidak bisa menyelesaikan atau mengampu dengan baik sehingga menimbulkan kekecewaan orang. Memang ada kalimat "Jalani Saja Dulu" , tapi mungkin karena pesimisme muncul sebagai alasan berpikir dua kali menjadi alasan pembenaran tidak percaya diri saya.

Kurang Semangat

Mental yang menurut saya muncul dari sifat pesimisme dan kebiasaan menunda-nunda. entah kenapa banyak orang yang menyampaikan saya kurang bersemangat. apalagi di sikon (situasi Kondisi) saat ini dimana saya adalah pengangguran. yah saya kurang bersemangat ketika banyak orang menyampaikan saya agar saya giat mencari lowongan kerja dan melamar kerja. lagi-lagi dengan alasan tidak cocok dengan latar belakang atau kurang pengalaman menjadi alasan pembenaran saya untuk malas melamar kerja. 

Itulah Negatifisme yang saya rasakan saat ini. saya tahu kekurangan saya tapi entah kenapa saya tenggelam dan pasrah pada kekurangan saya. padahal saya berada di masa kritis, umur 30-an belum memilki pencapaian apapun, masih pengangguran akut , kurang pengalaman dan orang tua yang makin tua dengan tanggungan beban adik-adik saya yang belum dewasa secara sempurna.

Blog dan tulisan ini dibuat sebagai refleksi bagi diri. Sebagai bagian dari memori, catatan, dan pembelajaran bagi saya khususnya.

semoga penulisan blog ini menjadi langkah awal dan titik balik. 

"tulisan ini dibuat hingga 3 malam berlalu, yang seharusnya kurang dari 6 jam dapat terselesaikan. sehingga saya melewati 3 malam dimana setiap hari saya berencana mem posting tulisan. alasan kenapa mengapa"


 

Comments